Aku membuat sebuah menu baru yang kuberi nama meja kerja. Di sana aku memasukkan kerangka dari setiap projek karanganku. Ini akan memudahkanku dalam menyelesaikan cerita yang sedang kubuat.
Bila sahabat pengunjung ada yang ingin membaca cerita karanganku yang sudah selesai, sebaiknya tidak membacanya di dalam menu ini. Karena cerita yang terdapat di sini masih belum selesai, dan tentu saja sulit untuk dimengerti.
Paragraf Hidupku
Mengintip Meja Kerja Seorang Penulis Malas
Selasa, 20 November 2012
[#10] Projek 01 : Cerita Cinta Remaja : Untitled : Random Act :Unfix
Berbulan-bulan kemudian aku baru menyadarinya. Ternyata Salma saat itu menganggap pertemuan yang gak penting tersebut adalah sebuah kencan. Ah… Seandainya aku menyadari hal ini.
[#9] Projek 01 : Cerita Cinta Remaja : Untitled : Random Act :Unfix
Perasaan Salma : Dia tidak menyadarinya, mengapa aku begitu kaku, mengapa aku tidak bisa berkata seperti biasanya. Ah… Menyebalkan… Ditambah lagi… Si bodoh itu tidak mengantarkanku pulang.
[#8] Rating R
Rating R adalah rating terbaru yang kutambahkan di dalam blog ini. Ini dikarenakan proyek meja kerja pertamaku adalah cerita drama untuk para remaja. Ya, Rating R adalah rating cerita untuk mereka yang setidaknya sudah memasuki masa-masa ABG.
Selamat Menikmati... Walaupun ceritanya belum selesai...
Selamat Menikmati... Walaupun ceritanya belum selesai...
[#7] Projek 01 : Cerita Cinta Remaja : Untitled : Random Act :Unfix
Aku duduk di kantin sekolah. Di sana aku ingin bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu adalah Salma. Tumben Salma dimake up. Percakapan kami pun sangat kaku. Biasanya aku memang tidak mampu berkata banyak di hadapan Salma, aku grogi, namun anehnya, Salma biasanya ceria namun hari ini dia sangat kaku. Tidak berapa lama, Salma ingin pulang, kupersilahkan dia pulang meninggalkanku.
[#6] Seperti Cermin yang Berserakan
Aku mengalami sedikit kesulitan saat mengarang cerita. Cerita karanganku terkadang tidak mengalir seperti air. Tapi hadir seperti pecahan cermin yang berserakan. Cerita datang berupa adegan per adegan. Dan tugasku sebagai penulis, adalah meyusunnya hingga menjadi sebuah cermin yang utuh.
Begitulah caraku mengarang cerita… Seperti seorang anak kecil yang menyusun kepingan puzzle. Namun sebelum menyusunnya, aku harus mengumpulkan kepingan puzzle sebanyak-banyaknya di dalam blog ini.
Begitulah caraku mengarang cerita… Seperti seorang anak kecil yang menyusun kepingan puzzle. Namun sebelum menyusunnya, aku harus mengumpulkan kepingan puzzle sebanyak-banyaknya di dalam blog ini.
Langganan:
Postingan (Atom)